Rabu, 30 Juni 2021
Home »
» Aksi Nyata - Budaya Positif
Aksi Nyata - Budaya Positif
Bismillahirrahmanirrahim
Perbuatan baik apa yang telah kita lakukan hari ini?
Sebuah pertanyaan pemantik yang akan menginspirasi kita dalam megaktualisasikan diri menjadi bagian terpenting yang akan menumbuhkan kebiasaan baik dan perilaku positif pada lingkungan komunitas praktisi di tempat kita melaksanakan tugas dan tangungjawab sebagai Abdi Negara, Calon Guru Penggerak, dan sebagai anggota masyarakat secara umum.
Marilah senantiasa kita senantiasa menanamkan komitmen positif yang akan menjadi bingkai dalam mewujudkan eksistensi sebagai warga pembelajar dalam mengatur ritme pembiasaan secara baik di sekolah. Menjadi pelopor terbentuknya budaya yang mencerminkan sebagai sosok pelajar yang menanamkan nilai-nilai kebaikan. Peran dan tanggungjawab itu mengantarkan kita untuk menumbuhkan budaya sekolah secara positif yang dimulai dari :
1. Membuat aturan dan kesepakatan kelas Sejak awal sebagai landasan dalam melaksanakan aktivitas di kelas.
Membuat kesepakatan kelas sangat penting dibangun dari awal, untuk menggali dan menanamkan kebiasaan baik dan perilaku positif dalam menuntun dan menumbuhkan kegiatan pembelajaran di kelas. Membangun kesepakatan kelas dimulai dari diri peserta didik itu sendiri, seperti apa gambaran kelas yang mereka inginkan. Menggali keinginan peserta didik untuk merumuskan bentuk perwajahan kelas yang diinginkannya, Sehingga mereka merasa memiliki kesepakatan tersebut dengan harapan akan tumbuh rasa memiliki serta merasa bertanggungjawab terhadap apa yang telah menjadi kesepakatan peserta didik itu sendiri. kesepakatan yang dapat mengispirasi peserta didik merasa senang dan bahagia ketika berada di sekolah.
2. Meminta dukungan dan respon yang positif dari Kepala sekolah sebagai penganggungjawab di komunitas praktisi.
Hal ini penting dilakukan untuk meminta dukungan dan support terkait dengan fungsi dan peran sebagi anggota komunitas, agar bisa terjalin komunikasi secara baik dengan sesame anggota dan masyarakat.
3. Menularkan virus kebaikan kepada teman dan rekan sejawat.
Sebelum mengajak orang lain untuk berubah kepada kebaikan, maka langkah utama dan paling utama yang harus dilakukan adalah merubah diri kita sendiri terlebih dahulu kepada hal-hal yang baik. Tunjukkanlah nilai-nilai kebaikan itu pada orang yang ada disekitar kita, dan dimulai dari ha-hal terkecil. Misalnya; tutur kata, sikap dan perilaku yang mencerminkan sebagai guru yang layak dan patut untuk di tiru dan di gugu. Buatlah orang lain merasa respek dan nyaman dengan sikap yang kita lakonkan.
4. Bangun komunikasi positif dengan semua anggota komunitas paraktisi yang ada dalam lingkungan sekolah, orangtua dan semua stake holder.
Membangun komunikasi positif dengan semua anggota komunitas menjadi sangat penting untuk menciptakan lingkungan dan iklim Pendidikan sekolah yang bermartabat. Marilah kita selalu menanamkan praktik baik, sebagai langkah awal untuk menumbuhkan perilakau positif dalam komunitas yang ada dalam lingkungan sekitar kita.
capaian yang akan kita raih hari esok tergantung dari seberapa besar kiat sukses yang kita bangun hari ini. demikian halnya runinitas keseharian kita akan menjadi potret yang akan menjadi pembeda atau ciri khas diri kita di hari esok atau masa yang akan datang.
budaya positif dan praktek baik yang kita tanamkan hari ini untuk anak ddik dalam komunitas kita akan menjadi pembiasaan secara baik pula. pembiasan baik yang dilakukan setiap ahri akan menjadi budaya dalam menumbuhkan karakter positif yang terekam dalam memori sepanjang sejarah.
kita bukanlah manusia super yang harus selalu tampil prima dan super excelent di depan peserta didik, tetapi kita mempunyai tugas mulia yang akan selalu diberada pada garda terdepan dalam pembentukan kualitas karakter peserta didik dalam ruang-ruang kelas kita masing-masing.
Guru yang baik adalah yang mampu menjadi agent pembaharu terhadap lingkungan dan komunitasnya. Yang bisa memberikan praktek dan perilaku baik terhadap pola pembentukan karakter peserta didiknya. Ini membutuhkan kerja ikhlas yang harus dibarengi dengan kesabaran dan ketekunan, mengajari peserta didik mulai dari mengenal huruf, kata, mengeja, Menyusun kata menjadi untaian kalimat lengkap dan yang terpenting adalah menuntun mereka dalam bersikap dan bertutur secara baik dan positif lewat pesan-pesan moral yang harus diulang dan didendangkan setiap hari. Yakinlah bahwa dari sekian peserta didik yang kita tuntun hari ini, akan ada yang mengalungkan mahkota di masa tua kita.
5. Membangun komunikasi positif dengan orangtua dan lingkungan sekitar.
anak adalah tanggung jawab berasama anatara Bapak/ibu Guru di sekolah dan menjadi tanggungjawab orangtua di rumah, dalam pola pembiasaan baik / pengasuhan positif yang harus dilakukan secara bersama-sama.
Marilah kita menyelamatkan aset masa depan negeri ini dengan senantiasa memberikan perilaku positif dan pembiasaan baik kepada anak didik kita di sekolah maupun di rumah. menuntun dan membimbing mereka dengan pola pengasuhan positif dan budaya perilaku secara baik. Pendiri Republik ini telah memberikan rambu-rambu dan aturan yang cukup jelas tentang pola pendidikan yang seantiasa menghamba pada sang anak. memberikan ruang dan kesempatan kepada mereka untuk menujukkan bakat dan eksistensi dirinya kepada pembentukan kualitas jati dirinya. peran guru adalah menuntun dan mengarahkan lewat pengasuhan positif dan pembiasaan baik.








0 komentar:
Posting Komentar